Waktu tanggal 10 Mei, dia juga yang bilang ke aku, GELANG dia ilang. Aku gak bisa nunjukin seberapa besar aku kecewa ma dia. Tapi aku kontrol emosi, dengan bilang,"punya aku masih ada, masih nempel di pergelangan, kayana apet banget gak mau lepas" aku bilang gitu sekalian nyindirin. Tapi entah tanggepan dia gimana gimana nya. Aku harap ilangnya gelang dia gak ngehancurin hubungan yang udah kita jalin.
Karena bagaimana pun aku masih butuhin dia.
Oke, aku ceritain. Gelang itu kita beli waktu kita studi tour. Yang brlima, termasuk dia. Sahabat perempuan aku yang melepaskan gelang itu di waktu paling pertama, kemudian menyusul kedua temanklu yang lain. Yang masih memakai gelang itu tinggal aku sama dia. Aku sih berharap, sampai masa putih abu abu selesai gelang ini masih nempel di tanganku, begitu juga di lengan sahabat sahabatan ku. Tapi? Ya, apa boleh buat. Itu hak mereka.
Pas kemarin dia bilang gitu, dia ngeliatin pegelangan tangan aku. Aku ngeliatin dia, aku berpositif thinking, kalo dia tidak sengaja menghilangkan gelangya, dan aku berpendapat dia menyesal karna hal itu.
Ya Rabb, ini ceritaku. Aku mohon pada-Mu, jaga persahabatan kami. Pelihara persahabatan kami, walau kelak nanti kita tlah hidup masing masing, tapi aku mintya, kami tidak pernah melupkan satu sama lain.
"Kita ini sahabatan, dan gak mungkin terpisahkan, kaya ulet dan kepompongg sayng, lalu jadi kupu kupu."
I wish our friendship never die.
I luph u all ..
Wednesday, May 12, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 komentar:
Post a Comment